![]() |
| Pemprov Sulut |
SULUT AMANAH INDONESIA, MANADO -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan tingkat inklusi keuangan di daerah itu mencapai 95,11 persen pada 2030.
Target tersebut akan dicapai melalui kolaborasi pemerintah dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, serta lembaga jasa keuangan non-bank.
"Kami telah menargetkan di tahun 2030 inklusi keuangan di Sulut akan mencapai 95,11 persen, sehingga diperlukan kolaborasi dan sinergi program baik pemerintah, maupun jasa keuangan," kata Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sulut Reza Alexandro Wenas Dotulung, di Manado, Kamis.
Fokus pada Perdesaan, Pesisir dan UMKM
Reza mengatakan kolaborasi antara OJK, perbankan, dan jasa keuangan non-bank menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai target inklusi keuangan Sulut pada 2030.
"Kami akan memfokuskan pada masyarakat perdesaan dan pesisir, kemudian pelaku UMKM potensial dan kelompok pelajar serta perempuan," kata Reza.
Kelompok tersebut menjadi sasaran dalam upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan dan produk keuangan.
Strategi Perluasan Inklusi Keuangan
Pemprov Sulut menyiapkan sejumlah strategi untuk mempercepat pencapaian target tersebut.
Salah satunya melalui inklusi keuangan sejak dini dengan implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) secara masif di seluruh sekolah dasar, menengah hingga atas.
Program tersebut akan dijalankan berdasarkan surat edaran Gubernur Sulut.
Strategi berikutnya adalah digitalisasi ekosistem keuangan melalui perluasan program Pasar Siap QRIS serta adopsi fintech lending resmi untuk mendukung pembiayaan cepat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemprov Sulut juga mendorong sinergi perlindungan melalui integrasi penyaluran program bantuan sosial daerah melalui akun perbankan dan BPJS resmi.
Selain itu, edukasi mengenai layanan keuangan non-bank akan diperkuat melalui peningkatan kolaborasi bersama Pegadaian, optimalisasi LKM Desa, serta program literasi instrumen pasar modal.
Inklusi Keuangan Sulut Sudah 94,37 Persen
Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar mengatakan capaian inklusi keuangan Sulut saat ini sudah mendekati target yang ditetapkan untuk 2030.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis OJK dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, indeks literasi keuangan mencapai 69,98 persen.
"Sementara indeks inklusi keuangan Provinsi Sulut berada di angka 94,37 persen," katanya.
Dengan capaian tersebut, OJK Sulutgo optimistis target inklusi keuangan Sulut sebesar 95,11 persen pada 2030 dapat tercapai.
Target tersebut membutuhkan peningkatan capaian sekitar 0,74 poin persentase dari posisi inklusi keuangan Sulut saat ini.

